apa yang dimaksud dengan CAMELS?
Penilaian tingkat kesehatan Bank Indonesia meliputi beberapa faktor
dengan menggunakan CAMEL, meliputi : (1) Permodalan (Capital),
digunakan untuk mengetahui seberapa besar kecukupan modal bank untuk
mendukung aktifitasnya dan kemampuan modal untuk menyerap kerugian
yang tidak terhindarkan; (2) Kualitas Aktiva Produktif (Asset), digunakan
untuk mengukur rasio-rasio kualitas aktiva; (3) Manajemen (Management),
digunakan untuk mengukur kemampuan kinerja manajemen; (4) Rentabilitas,
digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan bank memperoleh
laba dalam hubungan dengan aktivitas yang dijalankannya; (5) Likuiditas
6
(Liquidity), digunakan untuk mengukur kemampuan bank untuk memenuhi
kewajiban finansial jangka pendek. Ratio ini dihitung berdasarkan informasi
yang terdapat dalam laporan keuangan neraca.
Laporan yang wajib disajikan dalam Laporan Keuangan Publikasi
Triwulanan sekurang-kurangnya terdiri dari:
1) Neraca
2) Perhitungan Laba Rugi
3) Daftar Komitmen dan Kontijensi
4) Transaksi Spot dan Derivatif
5) Kualitas Aset Produktif dan Informasi lainnya
6) Perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum
7) Rasio Keuangan
Format yang digunakan ditetapkan sesuai format pada Lampiran 1,
Lampiran 2, Lampiran 3, Lampiran 4, Lampiran 5, Lampiran 6, dan
Lampiran 7.
b. Dalam penyusunan Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan
sebagaimana dimaksud dalam huruf a, Bank wajib berpedoman pada
pedoman penyusunan sebagai berikut:
1) Pedoman Penyusunan Neraca
2) Pedoman Penyusunan Perhitungan Laporan Laba Rugi
3) Pedoman Penyusunan Daftar Komitmen dan Kontijensi
4) Pedoman Penyusunan Laporan Transaksi Spot dan Derivatif
5) Pedoman Penyusunan Laporan Kualitas Aset Produktif dan
Informasi Lainnya
6) Pedoman Perhitungan Modal
7) Pedoman Perhitungan Rasio Keuangan
Minggu, 09 Januari 2011
Operasi Bank dan Jasa-Jasa Keuangan
VARIABEL DUMMY
A. PENGERTIAN VARIABEL DUMMY
Variabel dummy adalah variabel yang digunakan untuk mengkuantitatifkan variabel yang bersifat kualitatif (misal: jenis kelamin, ras, agama, perubahan kebijakan pemerintah, perbedaan situasi dan lain-lain). Variabel dummy merupakan variabel yang bersifat kategorikal yang diduga mempunyai pengaruh terhadap variabel yang bersifat kontinue.
Variabel dummy hanya mempunyai 2 (dua) nilai yaitu 1 dan nilai 0, serta diberi simbol D.
D = 1 untuk suatu kategori (wanita, Batak, Islam, damai dan sebagainya).
D = 0 untuk kategori yang lain (pria, Jawa, Kristen, perang dan sebagainya).
Variabel dummy (D) dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan dalam intersep, slope atau keduanya, dalam dua atau lebih situasi yang berbeda sperti keadaan damai dan perang, maka akan diperoleh model stokastiknya sebagai berikut :
- Untuk mengetahui perbedaan intersep
K = b2 + b1 Y + b2D + m
Diperoleh hasil :
Untuk D = 0 K = b0 + b1 Y + m (damai)
Untuk D = 1 K1 = (b0 + b2) + b1 Y + m (perang)
(lihat gambar a)
- Untuk mengetahui perbedaan slope
K = b0 + b1 Y + b3 YD + m
Diperoleh hasil :
Untuk D = 0 K = b0 + b1 Y + m (damai)
Untuk D = 1 K1 = (b1 + b3) + b1 Y + m (perang)
- Untuk mengetahui perbedaan intersep maupun slope
K = b01 + b1 Y + b2 D + b3 YD + m
Diperoleh hasil :
Untuk D = 0 K = b0 + b1 Y + m (damai)
Untuk D = 1 K1 = (b0 + b2) + (b1 + b3) Y + m (perang)
Dimana : K = pengeluaran konsumsi
Y = Pendapatan nasional
D = 1, masa perang
D = 0. Masa damaiB. CONTOH PENGGUNAAN VARIABEL DUMMY
Penelitian untuk mengetahui perbedaan hubungan pendapatan pedagang asongan (P) dengan masa kerja (MK) dan jam kerja (JK) dari 20 pedagang asongan yang mempunyai daerah asal yang berbeda yaitu daerah asli dan daerah pendatang :
P = Pendapatan pedagangan asongan di terminal Blok M (dalam Rp per hari)
JK = Jam Kerja pedagangan asongan di terminal Blok M (dalam jam / hari)
MK = Masa Kerja pedagang asongan di teminal Blok M (dalam hari)
D = Daerah Asal pedagang asongan di terminal Blok M (0 = Asli, 1 = Pendatang)| obs | P | JK | MK | DAsal |
| 1 | 1200 | 9.0 | 72.0 | 0 |
| 2 | 750 | 15.0 | 36.0 | 1 |
| 3 | 6000 | 14.0 | 48.0 | 1 |
| 4 | 4500 | 18.0 | 120.0 | 1 |
| 5 | 375 | 9.0 | 18.0 | 0 |
| 6 | 90 | 5.0 | 10.0 | 0 |
| 7 | 600 | 10.0 | 60.0 | 1 |
| 8 | 750 | 10.0 | 24.0 | 1 |
| 9 | 1500 | 10.0 | 36.0 | 0 |
| 10 | 1000 | 10.0 | 84.0 | 1 |
| 11 | 3000 | 15.0 | 60.0 | 1 |
| 12 | 600 | 14.0 | 18.0 | 0 |
| 13 | 3250 | 13.0 | 30.0 | 0 |
| 14 | 4000 | 12.0 | 60.0 | 1 |
| 15 | 160 | 7.0 | 60.0 | 0 |
| 16 | 1000 | 19.0 | 24.0 | 0 |
| 17 | 350 | 6.0 | 48.0 | 1 |
| 18 | 400 | 8.0 | 18.0 | 0 |
| 19 | 1750 | 7.0 | 72.0 | 0 |
| 20 | 520 | 9.0 | 20.0 | 1 |
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Lakukan GENR untuk DAsal = Dummy*Asal
2. Regresikan MK dan JK terhadap P
P = ………………………………………………………… R2 = ……
Nilai t
3. Uji perbedaan intersep untuk pedagang yang mempunyai daerah asal yang berbeda, penduduk asli dan pendatang.
3.1. Regresikan MK , JK dan Dummy terhadap P :
K = ……………………………………………………R2 = ………
Nilai t
3.2. Hasilnya : ……………………………………………………………….
3.3. Gambarkan bila ada perbedaan intersep
4.1. Regresikan MK, JK dan D Asal terhadap P :
K = ……………………………………………………R2 = ……..
Nilai t
4.2. Hasilnya : ………………………………………………………………
4.3. Gambarkan bila ada perbedaan slopenya
5.1. Regresikan MK, JK, D Asal terhadap K
5.2. Hasilnya : ………………………………………………………………
Langganan:
Postingan (Atom)