Minggu, 09 Januari 2011

Penelitian suku bunga dan investasi dengan Ekonometrika


BAB I
PENDAHULUAN

               Setiap pelaku bisnis baik pengusaha, manajer, individu dalam menjalankan
       kegiatan ekonomi dan bisnis tidak terlepas dari berbagai alternatif keputusan
       investasi dan pembiayaan. Keputusan investasi dan pembiayaan merupakan
               keputusan yang saling bertalian seperti mata uang dengan dua sisi, dimana satu sisi
       adalah keputusan investasi maka di sisi lain adalah keputusan pembiayaan.
       Secara teoritis, keterandalan keputusan investasi dan pembiayaan sangatlah
       bergantung pada tingkat suku bunga yang berlaku. Menurut Lawrence J Gitman
       (2000) tingkat suku bunga merupakan kompensasi yang harus dibayar oleh pihak
       peminjam (borrower) dana kepada pihak yang meminjamkan (lender). Dari sudut
       pandang borrower tingkat suku bunga merupakan biaya penggunaan dana (cost of
       borrowing funds) yang harus dipertimbangkan dalam keputusan pembiayaan,
       sedangkan dari sudut pandang lender tingkat suku bunga merupakan tingkat hasil
       yang diharapkan (required return).

               Pemahaman secara lebih mendalam tentang karateristik tingkat suku bunga
       sangat membantu keakuratan hasil keputusan investasi dan keputusan
       pembiayaan. Dalam praktek, tingkat suku bunga diterjemahkan kedalam berbagai
       terminologi yang beraneka ragam. Keragaman terminologi suku bunga membawa
       konsekuensi pada penentuan besaran biaya penggunaan dana dan penentuan hasil
       yang diharapkan dari suatu proyek investasi. Banyak orang terkecoh dengan suku
       bunga yang ditawarkan, kebanyakan bagian marketing menggunakan suku bunga
       sebagai alat pamungkas untuk meningkatkan penjualan. Padahal, suku bunga
       tersebut memiliki karakteristik yang beraneka ragam, seperti suku bunga flat, suku
       bunga efektif, suku bunga in advance, suku bunga in arrear, suku bunga fixed, dan
       suku bunga floating.

B. Latar Belakang Masalah

       Indonesia sebagai negara berkembang merupakan tujuan dari kegiatan investasi baik yang dilakukan oleh investor asing maupun yang dilakukan oleh investor dalam negeri. Akan tetapi apabila iklim investasi yang tidak ramah seperti terjadinya pemboman yang dilakukan oleh teroris di hampir seluruh Indonesia, kondisi politik yang tidak stabil, dan maraknya isu-isu yang menyesatkan dan kerusuhan di mana-mana maka investasi baru sulit untuk diwujudkan. Walaupun ada kegiatan investasi akan tetapi investasi tersebut hanya untuk memperluas ataupun membiayai investasi yang sudah ada sebelumnya.

      Sementara tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini Indonesia memerlukan investasi baru untuk mengurangi tingkat pengangguran yang setelah krisis ekonomi melanda negeri ini semakin menggila. Semakin tinggi tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan pun semakin tinggi. Hal ini mengakibatkan pendapatan masyarakat pun semakin rendah. Jalan keluar untuk mengatasi msalah ini adalah dengan menciptakan investasi baru agar masalah pengangguran dapat diatasi sehingga pendapatan masyarakat dapat mengalami peningkatan.

      Selain faktor-faktor eksternal di atas ada juga faktor lain yang mempengaruhi kegiatan investasi yang berasal dari dalam dari kegiatan investasi yaitu tingkat suku bunga. Berdasarkan teori yang telah ada hubungan antara tingkat suku bunga dengan kegiatan investasi adalah berhubungan negatif, maksudnya apabila tingkat suku bunga mengalami penurunan maka investasi akan mengalami peningkatan dan sebaliknya apabila tingkat suku bunga mengalami kenaikan maka investasi mengalami penurunan. Berdasarkan teori tersebut penulis merasa tertarik untuk menelitinya.

       Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan beberapa macam metode, yaitu dengan metode koefisien korelasi, determinasi, dan regresi. Di mana penulis melakukan pengujian pada data-data variabel X seperti, data tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), data tingkat suku bunga kredit investasi, belanja untuk pembangunan. Sedangkan data-data variabel Y adalah seperti, data Impor Barang Modal, data Nilai Penanaman Modal Dalam Negeri yang Disetujui (PMDN) dan data Nilai Penanaman Modal Asing yang Disetujui (PMA). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap kegiatan investasi yang dilihat dari Total Impor Barang Modal dan Nilai PMA dan PMDN

      Setelah dilakukan pengujian, maka kesimpulian yang dapat diambil adalah teori yang menyatakan bahwa tingkat suku bunga berhubungan negatif dengan kegiatan investasi benar akan tetapi tidak berlaku lagi di masa sekarang ini. Kegiatan investasi tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga akan tetapi dipengaruhi oleh faktor lain seperti situasi politik dan keamanan dalam negeri, keadaan ekonomi, dan ketidakpastian hukum, dan pergantian kepemimpinan negara dan pejabat yang terkait. Selain itu perubahan tingkat suku bunga hanya berpengaruh pada investor domestik akan tetapi investor asing dipengaruhi oleh faktor eksternal. Peran serta pemerintah sangat berpengaruh terhadap iklim investasi di Indonesia terutama dalam penentuan kebijakan-kebijakan dan perundang-undangan.Tingkat korupsi Indonesia yang sangat tinggi menyebabkan minat investor untuk berinvestasi semakin melemah. Akibat dari tidak adanya investasi baru di Indonesia menyebabkan tingkat pengangguran di Indonesia semakin bertambah besar hal ini menyebabkan tingkat kemiskinan di Indonesia pun semakin besar jumlahnya.


C. Metodologi Penelitian

           Penelitian ini akan saya bahas dengan menggunakan Metode Ekonometrika

      Definisi Ekonometrika

Ø  Analisis kuantitatif ekonomi berdasarkan perkembangan dan observasi yang berkaitan dengan metode inferensi / pengujian yang sesuai.
Ø  Ilmu sosial yang menggunakan teori ekonomi, matematika dan statistik untuk menganalisa fenomena ekonomi.

Berdasarkann definisi di atas, ekonometrika merupakan gabungan dari :

1.      Teori Ekonomi

Sebagai dasar penentuan hubungan antara variabel (apakah + atau -)
Contoh :
a.       Teori konsumsi      :  y        maka C            (atau sebaliknya)
b.      Teori Produksi       :  L       maka  Q           (atau sebaliknya)

2.      Matematika

Digunakan untuk merumuskan teori ekonomi dalam bentuk persamaan matematika dan dari persamaan matematika diubah menjadi persamaan ekonometrika.
Contoh : C : a + bY                    C : a + bY + e

3.      Statistika

Ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data termasuk pengambilan kesimpulan yang mengandung unsur ketidakpastian.
Digunakan untuk menguji  kecocokan persamaan / fungsi matematika yang akan digunakan untuk peramalan dengan teori ekonomi yang dilakukan dengan :

a.    Menguji hipotesis : Uji-t, Uji-F Menguji asumsi : autokorelasi, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas.

 
BAB II

Isi Pembahasan

          Kepastian usaha merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi para pelaku ekonomi untuk menginvestasikan dananya sehingga pada akhirnya akan berdampak pada kinerja perekonomian secara keseluruhan. Salah satu variabel yang dijadikan sebagai indikator untuk menentukan para investor mau menanamkan dananya adalah stabilitas di pasar uang yang ditunjukkan dengan variabel suku bunga. Data mengenai investasi dan suku bunga  Indonesia ditunjukkan dengan tabel berikut :

Data awal
Tabel Investasi dan Suku bunga Indonesia
Tahun
Suku Bunga
Investasi
%
 (Milyar Rp)
1990
19
76196
1991
24.32
88671
1992
20.6
101194
1993
15.55
97213
1994
13.53
118707
1995
17.72
145118
1996
18.26
163453.4
1997
21.01
199301.1
1998
40.07
160326.9
1999
21.2
125010.6
2000
13.5
187284.4
2001
16.48
254089
2002
16.5
252289
2003
11.59
250000
Sumber : IFS


Pengujian Ekonometrika dengan menggunakan portable Eviews 4
     Program EVIEWS’ 4 merupakan perangkat lunak pengolahan data yang dikembangkan oleh Quantitative Micro Software (QMS) yang menggunakan pengembangan program Micro TSP yang berbasis Windows sehingga user dengan mudah dapat menggunakan mouse tanpa perlu mengetahui perintah-perintah langsung seperti pada program Mikro TSP versi sebelumnya.


Dependent Variable: INVESTASI
Method: Least Squares
Date: 01/07/11   Time: 13:41
Sample: 1990 2003
Included observations: 14
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob. 
C
198077.2
51401.41
3.853537
0.0023
SUKUBUNGA
-2057.802
2524.066
-0.815273
0.4308
R-squared
0.052482
    Mean dependent var
158489.5
Adjusted R-squared
-0.026478
    S.D. dependent var
62265.71
S.E. of regression
63084.65
    Akaike info criterion
25.07391
Sum squared resid
4.78E+10
    Schwarz criterion
25.16520
Log likelihood
-173.5173
    F-statistic
0.664670
Durbin-Watson stat
0.367235
    Prob(F-statistic)
0.430801


Dependent Variable: LINVESTASI
Method: Least Squares
Date: 01/07/11   Time: 13:44
Sample: 1990 2003
Included observations: 14
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob. 
C
12.93369
1.082888
11.94370
0.0000
LSUKUBUNGA
-0.355384
0.370292
-0.959738
0.3561
R-squared
0.071286
    Mean dependent var
11.89959
Adjusted R-squared
-0.006106
    S.D. dependent var
0.403179
S.E. of regression
0.404408
    Akaike info criterion
1.158777
Sum squared resid
1.962547
    Schwarz criterion
1.250071
Log likelihood
-6.111439
    F-statistic
0.921097
Durbin-Watson stat
0.364878
    Prob(F-statistic)
0.356126



 Dependent Variable: INVESTASI
Method: Least Squares
Date: 01/07/11   Time: 14:28
Sample: 1990 2003
Included observations: 14
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob. 
C
242589.5
57870.62
4.191929
0.0015
SUKUBUNGA
-1426.977
2452.127
-0.581934
0.5723
Z1
-814662.3
559059.2
-1.457202
0.1730
R-squared
0.205795
    Mean dependent var
158489.5
Adjusted R-squared
0.061394
    S.D. dependent var
62265.71
S.E. of regression
60324.05
    Akaike info criterion
25.04026
Sum squared resid
4.00E+10
    Schwarz criterion
25.17720
Log likelihood
-172.2818
    F-statistic
1.425167
Durbin-Watson stat
0.706292
    Prob(F-statistic)
0.281597


Dependent Variable: LINVESTASI
Method: Least Squares
Date: 01/07/11   Time: 14:37
Sample: 1990 2003
Included observations: 14
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob. 
C
12.89148
1.053760
12.23379
0.0000
LSUKUBUNGA
-0.221845
0.374567
-0.592271
0.5656
Z2
3.29E-05
2.54E-05
1.297945
0.2209
R-squared
0.194630
    Mean dependent var
11.89959
Adjusted R-squared
0.048199
    S.D. dependent var
0.403179
S.E. of regression
0.393342
    Akaike info criterion
1.159136
Sum squared resid
1.701899
    Schwarz criterion
1.296077
Log likelihood
-5.113951
    F-statistic
1.329156
Durbin-Watson stat
0.635047
    Prob(F-statistic)
0.304072

      Model yang digunakan adalah dengan menggunakan model NON LINIER

Dependent Variable: INVESTASI
Method: Least Squares
Date: 01/07/11   Time: 14:28
Sample: 1990 2003
Included observations: 14
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob. 
C
242589.5
57870.62
4.191929
0.0015
SUKUBUNGA
-1426.977
2452.127
-0.581934
0.5723
Z1
-814662.3
559059.2
-1.457202
0.1730
R-squared
0.205795
    Mean dependent var
158489.5
Adjusted R-squared
0.061394
    S.D. dependent var
62265.71
S.E. of regression
60324.05
    Akaike info criterion
25.04026
Sum squared resid
4.00E+10
    Schwarz criterion
25.17720
Log likelihood
-172.2818
    F-statistic
1.425167
Durbin-Watson stat
0.706292
    Prob(F-statistic)
0.281597

Model non linier
  1. Infestasi = f (Suku bunga)
Ŷ = β0 + β1X1 + e
Y = 242589.5 – 1426.977X1
β0 = 242589.5
                Jika X1 (SKB) = 0, maka Y (infestasi asrata-rata Rp 242589.5 Milyar)
             β1 = -1426.977
            Jika X1 (SKB) naik 1%, maka Y (infestasi) turun Rp 1426.977Milyar
b.      Teori
      Jika SKB naik, maka infestasi berkurang (-)
            Jika infestasi naik, maka SKB bisa naik atau turun (+/-)
-          Uji tanda

      Y = infestasi
      X1 = SKB
                  Persamaan regresi : Y = 242589.5 – 1426.977X1 (lolos uji tanda)

            -     Uji t
  
        β0 (two tail)
        β1 (one tail)
 
-            Uji β0

       Karena two tail, menggunakan cara probability
       Prob. β0  = 0.0015
       α = 0,05
       Prob. β0 , maka H0 ditolak, β0 signifikan

-          Uji β1 (one tail)

      H0 : β1 ≥ 0
      Ha : β1 < 0
      Nilai kritis : α = 0,05
       t α, df (n-k)
      t (0,05, 10) = 1,812
      t β1 – 1426.977
     Maka H0 ditolak : β1 signifikan
-          Uji F
Hipotesa : H0 : β0 = β1= 0
Ha : β0 β1 ≠ 0 : Koefisien β0,  β1,  signifikan sehingga ada pengaruh variable bebas secara serentak terhadap variable tidak bebas
Prob. F = 0
α = 0.05
Prob. F < α, maka Ho ditolak : ada pengaruh serentak dari SKB terhadap infestasi

-          Uji Goodness of Fit

        Adj. R2 = 0.205795 = 20% < 70%, maka tidak lolos uji goodness of fit
       Kemampuan semua variable bebas (yaitu SKB) dalam menjelaskan perubahan variable tidak bebas (MD) adalah 20% sedangkan sisanya 80%  dijelaskan oleh faktor lain.

  1. Interpretasi Hasil Regresi :
        Persamaan hasil regresi tersebut tidak layak karena lolos uji t, uji F, Persamaan hasil regresi :
Y = 242589.5 – 1426.977X1
β0 = 242589.5
Jika X1 (SKB) = 0, maka Y (infestasi rata-rata Rp 242589.5Milyar)
 β1 =  – 1426.977


BAB III

       Memahami suku bunga merupakan keharusan bagi setiap pelaku bisnis baik
sebagai pelaku yang kelebihan dana (investor) maupun sebagai pelaku yang
kekurangan dana (debitor). Bagi Investor akan sangat membantu memilih
alternatif-alternatif investasi yang lebih menguntungkan, dan bagi debitor akan
berguna dalam mengambil keputusan pembiayaan guna mendanai investasi yang
akan dilakukan agar menghasilkan biaya modal yang murah. Demikian tulisan ini
dibuat, semoga bermanfaat dalam mengambil keputusan investasi maupun pembiayaan.


Daftar pustaka

Brealey, Richard A., Stewart C. Myers, Alan J. Marcus (1999). Fundamental of
Corporate Finance. McGraw-Hill Company.

Emery, Finnerty (1997). Principle of Financial Management. Prentice Hall.

Gitman, Lawrence J. (2000). Principle of Managerial Finance. Addison Wesley
Publishing Company.

http://digilib.stiekesatuan.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptstiek-5ngy4qbbphgcxfuxgv4ewc3glifrvq-christanty-1917


Modul Ekonometrika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar