Minggu, 27 Maret 2011

Prosedur Analisis


A.      Melaksanakan prosedur analisis pendahuluan
Tujuan pelaksanaan  prosedur analisis :
·         Memahami bidang usaha klien
·         Penetapan kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya
·         Indikasi adanya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan
·         Mengurangu pengujian audit yang terinci

B.      Menentukan materialistis dan risiko

Materialistis dan risiko Adalah unsure penting dalam merencanakan audit dan merancang pendekatan yang akan digunakan.

Materialistas Adalah jumlah atau besarnya kekeliruan atau salah saji dalam informasi akuntansi.

Langkah-langkah dalam penetapan materialistas Adalah sebagai berikut :
Langkah 1 : menetukan pertimbangan awal mengenai materialistas
Langkah 2 : mengalokasikan pertimbangan awal mengenai materialistas
Langkah 3 : mengestimasikan total salah saji dalam segmen
Langkah 4 : mengestimasikan salah saji gabungan
Langkah 5 : membandingkan estimasi salah saji gabungan dengan pertimbangan awal mengenai meterialistas.
Estimasi jumlah kekeliruan atau salah saji dalam tiap segmen (langkah 3) terjadi selama audit. Langkah 4 dan 5 dilakukan pada tahap penyelesaian audit. Selain itu,risiko dalam audit berarti bahwa auditor menerima suatu tingkat ketidakpastian tertentu dalam pelaksanaan audit.

C.      Memahami struktur pengendalian interen

Luasnya pemahaman tersebut ,paling tidak,mencukupi untuk merencanakan audit yang memadai,dalam hal empat masalah spesifik perencanaan,yakni sebagai berikut :
·         Auditability
Auditor harus mendapatkan informasi yang cukup memusakan mengenai integritas manajemen dan sifat serta lus catatan akuntansi,sehingga bahan bukti kompeten tersedia untuk mendukung saldo laporan keuangan.
·         Potensi salah saji yang material
Pemahaman seharusnya memungkinkan auditor untuk mengenditifikasi jenis-jenis kekeliruan dan ketidakberesan yang potensial yang dapat mempengaruhi laporan keuangan,dan menetapkan risiko akibat kekeliruan dan ketidakberesan yang terjadi dalam jumlah yang material terhadap laporan keuangan.
·         Risiko penemuan
Informasi mengenai struktur pengendalian intern dugunakan untuk menetapkan risiko pengendalian bagi setiap tujuan pengendalian,yang selanjutnya mempengaruhi risiko penemuan yang direncanakan.
·         Perancangan pengujian
Informasi yang diperoleh seharusnya memungkinkan auditor untuk merancang pengujian saldo laporan keuangan yang efektif. Pengujian tersebut mencakup baik pengujian terinci atas transaksi maupun atas saldo,prosedur analisis dan yang disebut sebagai pengujian subtantif.

Berikut ini prosedur yang berkaitan dengan perancangan dan penempatan dalam operasi dan dapat dijadikan sebagai bahan untuk memperoleh pemahaman terhadap struktur pengendalian intern klien :
·         Pengalaman auditor dalam periode sebelumnya atas satuan usaha
·         Tanya jawab dengan pegawai klien
·         Kebijakan dan pedoman system klien
·         Inspeksi dokumen dan catatan
·         Pengamatan atas aktivitas dan operasi satuan usaha

D.      Mengembangkan rencana dan program audit menyeluruh

Rencana audit dan program audit berkaitan dengan jenis-jenis pengujian audit yang dilakukan,yaitu prosedur untuk memperoleh pemahaman atas struktur pengendalian intern,pengujian atas pengendalian,pengujian substantive atas transaksi,prosedur analisis dan pengujian terinci atas saldo.

E.       Prosedur analisis

Prosedur analisis merupakan evaluasi terhadap informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk akal antara data keuangan yang satu dengan data keuangan yang lainnya,atai antara data keuangan dengan non keuangan.

Prosedur analisis antara lain mencakup hal-hal sebagao berikut :
·         Membandingkan informasi keuangan tahun berjalan dengan :
-          Tahun-tahun sebelumnya
-          Perusahaan lain di industry yang sama atau rata-rata industry
-          Anggaran dan prakiraan
-          Estimasi prediktif auditor
·         Analisis mengenai hubungan antara unsur-unsur informasi keuangan yang diharapkan bersesuian dengan pola yang terprediksi
·         Membandingkan informasi keuangan dengan informasi nonkeuangan
·         Membandingkan dari cabang yang satu dengan yang lainnya,atau antara lokasi yang satu dengan yang lainnya.
Beberapa hal yang harus dinyatakan dari hasil pelaksanaan prosedur analisis,antara lain sebagai berikut :
·         Pemahaman tentang bidang usaha dan industry klien
·         Karakteristik keuangan dari industry yang bersangkutan
·         Penetapan kemampuan klien untuk mempertahankan kelangsungan usahanya
·         Penekanan audit  karena adanya indikasi kekeliruan dalam laporan keuangan seperti adanya perbedaan yang signifikan antara data keuangan tahun berjalan dengan tahun-tahun sebelumnya,atau antara data keuangan klien dengan data keuangan dari industry terkait

Contoh beberapa prosedur analisis dalam kaitannya dengan tes saldo nilai persediaan pada siklus persediaan dan pergudangan Adalah sebagai berikut :

Prosedur analisis
Kemungkinan kekeliruan
Bandingkan persentase margin bruto dengan tahun lalu
Lebih saji atau kurang saji persediaan dan harga pokok penjualan
Bandingkan perputaran persediaan dengan tahun lalu
Keusangan persediaan yang berdampak pada harga  pokok penjualan
Bandingkan biaya per unit persediaan dengan tahun lalu
Lebih saji atau kurang saji persediaan dan harga pokok persediaan
Bandingkan nilai persediaan dengan tahun lalu
Kekeliruan dalam kompilasi biaya per unit atau perluasannya yang berdampak pada persediaan dan harga pokok penjualan
Bandingkan biaya manufaktur tahun berjalan dengan tahun lalu
Salah saji biaya per unit persediaan,terutama upah langsung dan overhead pabrik,yang berdampak pada persediaan dan HPP

Tujuan prosedur analisis pada tahap penyelesaian audit Adalah untuk menunjukkan kemungkinan adanya salah saji/kekeliruan (arahan perhatian) dan menilai kelangsungan hidup usaha.

Prosedur analisis pada tahap penelaahan secara menyeluruh tersebut dapat membantu auditor dalam menilai kesimpulan yang diperoleh dan dalam mengevaluasi penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Penelahaan secara menyeluruh umumnya meliputi pembacaan laporan keuangan dan catatannya serta mempertimbangkan hal-hal berikut ini :
a.       Kecukupan bukti yang terkumpul sebagai respon terhadap saldo yang tidak biasa atau yang tidak diharapkan,yang diidentifikasi pada waktu perencanaan audit atau dalam pelaksanaan audit.
b.      Saldo atau hubungan yang tidak biasa atai tidak diharapkan yang sebelumnya tidak diidentifikasi.

Sumber informasi
Sumber-sumber informasi yang dapat digunakan untuk melakukan prosedur analisis dapat diperoleh dari :
·         Surat kabar dan majalah industry
·         Laporan keuangan periode berjalan dan periode-periode sebelumnya
·         Rencana kerja dan anggaran perusahaan
·         Data-data non keuangan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar