Jumat, 06 April 2012

Sara Bokker, Seorang Model AS yang Mengatakan "Menjadi muslim, Aku seperti terbebas dari Belenggu Perbudakan" !


"Saya seorang wanita Amerika yang dilahirkan ditengah-tengah Kota besar Amerika. Saya tumbuh besar seperti gadis lainnya, yang terbiasa dengan kehidupan glamour kota besar." (Sara Bokker).

Sejak kecil tak ada cita-cita lain Sara Bokker, -seorang model-, selain hidup dalam kemewahan. Itu pula yang mendasarinya memilih tempat tinggal di Florida dan kemudian South Beach di Miami, tempat bagi mereka yang mencari kehidupan glamor.

"Tentu saja saya melakukan apa yang biasa gadis-gadis barat lakukan, dimana saya hanya berfokus pada daya tarik serta cara berpenampilan dan seberapa banyak perhatian yang bisa saya dapatkan dari orang lain.." tutur sara.

Di usianya ketika 20 tahun ia berhasil meraih impiannya menjadi seorang model dan hingga menjadi seorang personal trainer, tinggal di apartemen kelas atas, dan tiap akhir pekan berjemur disepanjang Pantai Miami yang eksotis. "Sungguh sebuah living in style sesungguhnya,  seperti yang kuimpikan," katanya (allvoices.com)

Tahun demi tahun berlalu., membuatnya tersadar bahwa ternyata ukuran kepuasan dan kebahagian yang diterimanya  terletak pada semakin tingginya ia "menjual" mempergunakan daya tariknya sebagai wanita. "Aku merasa aku adalah budak mode. Aku adalah seorang 'sandera' bagi penampilanku sendiri," katanya. (islamreligion.com)

Menyadari itu, saya kemudian meninggalkan dunia glamor. saya meninggalkan alkohol  (mabuk-mabukan)  dan pestapora, dan mengalihkan diri pada meditasi, menjadi aktivis wanita, dan menekuni apa yang disebut 'agama alternatif'. "Namun kusadari kini, itu hanya sebatas 'pembunuh rasa sakit' (pelarian diri) dan bukan obat yang sesungguhnya," katanya.

Di tengah kebimbangannya, Tragedi 11 september 2001 terjadi. Perang salib-pun dikobarkan di seluruh Amerika!,-Islam difitnah berada dibalik serangan itu-.'(saksikan video kami, salah satu video terbaik membuktikan bahwa "Konspirasi Tragedi WTC dan bukti dilakukan "orang dalam" sendiri).

Namun bagi Sara Bokker, hikmah lain datang, ia justru menjadi mengenal ada agama bernama Islam...dan membuatnya penasaran.

Suatu hari, secara iseng ia membuka kitab Al Qur'an yang disebut sangat kontroversial di Barat;. Ia terhenyak.
"Saya pertama kali tertarik oleh gaya dan pendekatan dari Quran, dan tertarik oleh prospek terhadap eksistensi kehidupan, penciptaan, dan hubungan antara Pencipta dan ciptaan-Nya." katanya. "Aku menemukan Alquran sangat menghujam dalam sanubari, bahkan untuk memahaminya kita tak perlu interpreter atau pendeta." tutur sara.

Tuturnya,."Akhirnya aku sampai kepada masa yang sangat penting yang mengubah kehidupanku seterusnya... Aku makin giat mempelajari Islam setelah itu!. Aku membeli banyak buku-buku keislaman, atau membacanya di internet. Hingga satu hari Saya membeli gaun panjang yang cantik dan penutup kepala menyerupai busana wanita Muslim dan saya kemudian berjalan menyusuri jalan yang sama dan lingkungan yang sama di mana beberapa hari sebelumnya saya berjalan dengan memakai celana pendek, bikini, atau pakaian selayaknya mode/fashion Barat.

Semuanya sama!. Lingkungan dan orang-orang serta gedung-gedung semuanya tetap sama, namun ada satu  yang hal yang sangat berbeda,
"Bila sebelumnya orang melihatku dengan pandangan bernafsu, bak pemburu melihat mangsanya,.tapi dengan pakaian ini aku tak menemukannya. dan tiba-tiba aku merasa beban berat telah hilang dari pundak ku!. Kini tak usah lagi menghabiskan seluruh waktu dan uang ku diisi dengan belanja, make up, kesalon, lalu mempertontonkannya kepada orang-orang..! Akhirnya, aku merasa bebas.!" katanya

Hingga akhirnya Ia masuk islam. di jantung kehidupan bebas dunia, di negara yang disebut Amerika, di kota Miami!
Di kota ini, ia bersyahadat.

"Hingga kini, aku masih seorang aktivis wanita, tapi kali ini aku sebagai aktivis muslimah, yang menyeru Para Muslimah untuk turut serta memikul tanggungjawab memberikan dukungan kepada suami mereka untuk menjadi seorang muslim yang baik, dan untuk membesarkan anak-anak mereka menjadi muslim yang jujur dan bertanggungjawab, sehingga menjadi cahaya untuk seluruh umat manusia. Untuk menyebarkan kebaikan dan menjauhkan kejahatan, untuk berbicara tentang kebenaran dan kebajikan serta melawan semua kemungkaran." (islamreligion.com)

"Masa lalu,. bikini merupakan lambang kebebasanku, yang justru menjauhkan aku dari nilai-nilai agama dan kedudukan sebagai manusia terhormat."

"Tiada ada yang lebih menggembirakanku selain dari menanggalkan bikiniku di Pantai!, melepaskan diri dari gaya hidup Barat yang gemerlapan.,dan kemudian hidup damai bersama Pencipta saya (sesuai ajaranNya), serta hidup di tengah-tengah masyarakat sebagai pribadi memiliki nilaii dan berguna." tutur Sara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar