Rabu, 19 Juni 2013

Tak Selamanya IPK Standard Kemampuan standard

Setelah kurang lebih 1 bulan lulus dari Universitas Trisakti, banyak teman-teman yang IPK nya jauh diatas saya bertanya yang awalnya "hai, apa kabar? "hello" kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan "kerja dimana sekarang?" "digaji berapa" dan lain-lain sebagainya. Lalu kenapa pekerjaan saya dan gaji saya dijadikan standard mereka bahwa seakan-akan "IPK gue kan lebih tinggi dari dia, kok kerja dan gajinya lebih bagus dia dari pada gue". Hahahaa...

I am just an ordinary person who is always trying to achieve success with the ability to learn and does'nt compare the abilities of others, I'm not smart but have the ability. Dimana tempat kalian bekerja dan di gaji berapa itu bukan menjadi standard kesuksesan. Kesuksesan itu adalah ketika kalian mencapai impian yang kalian inginkan. Jadi ibu rumah tangga itu juga bisa dibilang sukses, kenapa engga? kalo memang itu adalah impian. Dan jangan pernah merasa bahwa IPK tinggi adalah standard tempat kerja dan gaji. Dalam dunia kerja yang paling diutamakan adalah pengalaman. IPK juga diutamakan, tapi pengalaman dan memiliki IPK diatas 3,00 itu lebih diutamakan. Jadi semua tergantung dari usaha kita sendiri. Kalo IPK 3,5 ke atas tapi belum punya pengalaman dan ketika lulus memilih-memilih pekerjaan apa lagi kalo selalu membandingkan IPK orang lain yang lebih kecil. Itu hanya buat kalian menjadi manusia sombong, iri dan dengki. Saat kita masuk kuliah, kita semua sama. Belajar bersama dan ilmu yang didapat pun sama porsinya. Yang membedakan adalah usaha. Bukan pintar atau IPK tinggi. Lagi pula pekerjaan saya saat ini bukanlah kesuksesan saya, tapi ini adalah awal untuk menuju kesuksesan saya. jadi intinya saya belum sukses, tapi lagi menuju sukses. Dan kalian yang IPK nya jauh diatas saya, jadilah manusia yang rendah hati dan tetap berusaha tanpa harus membandingkan kemampuan orang lain. Karena setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi mau IPK tinggi atau cum laude sekalipun tetaplah kita semua hanya manusia biasa yang memiliki kekurangan. Yang membedakan adalah usaha. Karena saya percaya usaha itu ga pernah sia-sia :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar