Sabtu, 29 November 2014

CINTA atau TAKDIR?

Kala itu UAS telah selesai. Disuatu malam hari disebuah coffie cafe, terjadilah perbincangan seru antara sesama perempuan. Awalnya kita saling curhat masing-masing. Ada yang memiliki pacar yang sangat sempurna tapi beda agama. Dan ada yang sedang bertengkar dan berpacaran jarak jauh. Dan ada yang... Sssstttt... Diam-diam dia memiliki cerita cinta juga tapi dia hanya sekedar mendengarkan curhat-curhat kita. Dan hanya aku yang tau kisahnya. Begitu juga dengan aku. Di sesi curhat ini, ada hal menarik yang selalu aku renungkan selama perjalanan pulang. Yaitu sebenarnya jodoh itu karena CINTA ATAU TAKDIR? Banyak orang yang berpeacaran sampai bertahun-tahun, tapi kalo emang ga jodoh yaa ga akan bertahan. Tapi apakah statement itu benar atau salah? Banyak kisah dan banyak cerita. Masing-masing dari kita pun memberikan cerita serupa. Dan balik lagi kalo bukan jodoh Tuhan ga akan memberikan takdir nya. Dan gue hanya memberikan sebuah kata-kata pedoaman untuk mereka. "Jangan pernah mencintai manusia karena mereka bisa menyakiti kita, tapi cintailah Tuhan karena Dia ga akan pernah nyakitin kita". Artinya jangan terlalu mencintai pasangan kita karena hari ini dia bisa jadi malaikat kita tapi esok hari dia bisa jadi rival kita karena hanya Tuhan yang bisa membolak-balikan hati manusia. Dan Tuhan pasti tau yang terbaik buat kita. Yuli berkata, "Tapi kadang kita suka ga sadar kalo kita tuh menuhankan diri kita sendiri". Semua nya pun berkata, "maksudnya?". "iya, kita bisa bilang gue ga akan bisa bahagia kalo sama dia, kayaknya dia bukan pasangan yang baik buat gue karena faktor ini dan itu bla... bla... bla..., seakan-akan kita itu Tuhan yang sok tau kalo itu akan terjadi, padahal belum tentu kan lo ga akan bahagia sama dia, kehidupan manusia ga ada yang tau". "Iya juga sih" kata Nelly. Gue pun sedikit merenung. Tapi kan udah banyak kejadian-kejadian yang bikin kita tau siapa dia sebenarnya, jadi kita bisa menympulkan sendiri bahwa dia bukan pasangan yang baik buat kita. Tuhan itu menguji kita dan akan memperingatkan hambanya bahwa ada jalan yang lurus yang harus kamu jalani. Tapi beda lagi kalo hati kita yang seakan tidak sejalan dengan apa yang sudah diberikan Tuhan. Yuli pun bercerita bahwa dulu dia sering disakiti oleh pasangannya padahal itu sesama agama.

Yuli : "mantan gue itu orang nya tertutup banget! selama 5 tahun gue ga dikenalin sama orangtuanya, sama teman-temannya dan setiap ada acara-acara gue ga pernah diajak. Bahkan gue pernah nungguin dia kondangan! bukan nemenin loh tapi nungguin! jadi dia ke kondangan sama nyokapnya dan gue nungguin diluar saking dia introvert banget orangnya". Sakit ga tuh! Itu segama sama gue, dan sekarang gue menemukan orang yang bener-bener sesuai dengan apa yang gue mau, hampir sempurna tapi dia beda agama. Sebenarnya yang salah itu agama atau orang nya sih?. Bahkan pacar gue yang sekarang pernah bilang sendainya aku harus cerai sama kamu karena beda agama aku lebih memilih untuk tidak beragama dibanding aku harus pisah sama kamu"

Gue :"Dulu gue juga pernah kok pacaran beda agama, tapi setelah kita udah lulus SMA kita nonton film tentang hubungan yang beda agama. Dan disitu gue teringat dengan kata-kata "Tuhan aja gue khianatin apa lagi lo yang cuma manusia biasa. Dan akhir nya kita putus secara baik-baik karena faktor agama dan jarak karena dia mau kuliah di Bandung mau ngejar cita-cita nya buka distro disana. Sampai sekarang hubungan gue sama dia baik kayak temen".

Kenapa ya perbedaan yang sangat krusial itu harus agama. Semua agama mengajarkan kebaikan kok. Tapi ga semudah itu ngejalaninnya karena ada banyak faktor yang harus dipikirkan juga salah satunya adalah anak-anak nya nanti. Dan bagaimana kalo yang sudah pacaran bertahun-tahun tapi pada aakhirnya tidak sama orang itu.

Nelly : "Temen gereja gue udah pacaran selama 9 tahun donk tapi karena si cowok nya selingkuh dan ketauan akhirnya ga lama dia dikenalin cowok sama keluarganya dan mereka sama-sama cocok dan cuma 6 bulan mereka jadi nikah!"

Gue : "Temen kantor malah kebalikan. Dia dijodohin sama orangtuanya walaupun sebenarnya dia ga cinta tapi akhirnya dia ikhlas dijodohin sama cowok itu. Dan dia minta temenin gue beli cincin tunangannya sama gue. Setelah berapa bulan kemudian ada undangan dari dia di meja kantor gue tapi pasangan pria nya bukan sama yang dijodohin itu. Tapi sama mantannya yang sebelum dijodohin! Ya ampun gue kaget banget!"

Balik lagi sama judul nya. Jadi jodoh itu ga ada yang tau tapi sebenarnya jodoh itu CINTA atau TAKDIR? Dan setelah perbincangan ini tiba-tiba mereka mempertanyakan kenapa aku putus. Alasannya sih klasik banget. Yaitu karena udah ga cocok lagi. Selain itu gue merasa dia belum mau serius sama gue karena dia belum berani untuk ngomong sama bokap gue. Dia selalu bilang sama orang-orang kalo dia mau nikah sama gue tahun depan tapi gue ga merasa akan tahun depan karena dia biasa aja. Bahkan bokap nyokap gue udah nanya keseriusannya dia tapi setiap dia silaturahmi ke rumah gue ga nomong tentang keseriusannya dia. Dia bilang akan ada saatnya nanti dia pasti bakalan ngomong tapi ga sekarang.

Yuli : "Cowo lo anak pertama?"
Gue : "Iya"
Yuli : "Tulang punggung keluarga?"
Gue : "iya"
Yuli : "Lo ga bisa nuntut dia untuk ngomong secepatnya. karena dia pasti mikirlah dia masih punya banyak tanggungan gimana dia mau nafkahin lo kalo dia nya aja masih banyak tanggungannya. Pilihannya cuma 2, pertama lo mau sabar nungguin dia sampai batas waktu yang ga bisa ditentukan atau lo buka hati sama yang lain"
Gue : "Masalahnya ga hanya itu aja sih, dia masih suka ungkit-ungkit yang kemarin gue ke Malay. Gue capek disalahin terus. Padahal apa yang dia tuduhkan itu ga seperti apa yang dia pikirkan ya walapun dia udah maafin gue tapi dia masih sakit kalo ingat-ingat itu katanya. Dan akhirnya dia merasa pemicu hubungan kita ga baik sebelum-sebelumnya adalah karena liburan itu. Padahal itu semua cuma kebetulan aja".
Yuli : "Sekarang gue tanya sama lo, seandainya posisinya dibalik. Dia pergi sama cewe lain ke luar negeri berdua satu hotel sama persis dengan kejadian lo? Gimana? Lo pasti sakit hati juga kan?"
Gue : "............................. iya sih"
Yuli : "Siapa yang mutusin?
Gue : "Gue, tapi dia juga bilang dia udah capek kayak gini terus jadi ya udah..."
Yuli : "Lo sedih, melow atau galau gtu?"
Gue : "Engga sih biasa aja, malah gue ngerasa enak aja nikmatin kesendirian"
Yuli : "Berarti emang hati lo yang udah ga nyaman sama dia"

Sekarang gue lagi ga mau mikirin hal itu karena gue sendiri juga ga tau cinta seperti apa yang gue inginkan. Manusia ga ada yang sempurna tapi cinta yang bisa bikin sempurna dan aku belum menemukan kesempurnaan itu. Gue ga mau buang-buang tenaga, pikiran dan waktu hanya untuk bertahan dengan cinta yang belum seutuhnya ada dihati gue. Bukan masalah CINTA atau TAKDIR. Tapi masalah waktu. Biar waktu yang jawab. Toh semua orang juga bilang hal yang sama. "Jalanin aja dulu apa yang kita yakini sekarang, nanti juga ada waktunya bertemu dengan jodoh". diakhir curhatan kita yang pada galau semuanya juga bilang begitu. Yang beda agama... Yang LDR... dan gue yang ga jelas, hahahaaa... Udah yaa, coffie cafe nya mau tutup. Goodnight all...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar