Kamis, 16 Juni 2011

'Mix & Match" Gaya Etnik dan Modern




Chitra Subijakto mengenakan kebaya encim, tank top dari Topshop, kain dari NTT, tas anyaman dari Sumba, dan sandal dari Thailand. Tak lupa, kipas favorit menjadi aksesori yang fungsional.
Perempuan Indonesia tampaknya makin sadar untuk mengenakan kain tradisional dalam aktivitasnya sehari-hari. Tak hanya saat merayakan Hari Kartini atau menghadiri acara-acara formal, tetapi juga momen yang dekat dengan kehidupan pribadi seperti menghadiri resepsi perkawinan.
Untuk mengenakan kain tradisional, Anda tentu tak harus mengenakan bahan yang sama dari atas ke bawah. Memadukan kain tradisional dengan busana modern tentu lebih asyik. Tetapi bagaimana agar padu-padan ini terlihat serasi? Fashion stylist Chitra Subijakto, yang dikenal dengan gayanya yang memadukan unsur modern dan tradisional, memberikan tipsnya berikut ini.
* Untuk mengikat kain tradisional, entah itu kain batik, sarung, atau tenun, biasanya perempuan menggunakan stagen. Agar tidak terlalu formal dan sesak, Anda bisa mengikatnya dengan tali. "Atau, jahit saja jadi rok supaya praktis. Lagipula kalau kainnya digulung-gulung kan jadi gendut," ujar Chitra pada Kompas Female, seusai talkshow "Mengenang Rahmi Hatta dan Raharty Subijakto sebagai Pecinta Wastra Adati", beberapa waktu lalu.
* Sebagai dalaman, Anda tidak perlu menggunakan korset yang membungkus badan dengan ketat. Kenakan saja singlet atau tank top. Selain ringan, juga tidak panas.
* Kebaya encim bisa dikenakan sebagai kardigan, yang bisa dipadukan dengan dalaman berupa tank top dan jins. Untuk acara formal, kebaya encim juga bisa dijadikan pakaian luaran untuk LBD (little black dress).
* Jika belum pede mengenakan gaun dengan sentuhan kain Nusantara, Anda bisa mengenakan kain tradisional ini sebagai aksesori atau aksen saja. Misalnya, kenakan selendang atau scarf dengan motif tradisional untuk melengkapi LBD.
* Aksesori adalah item yang bisa menjadikan penampilan Anda secara keseluruhan menjadi stand out. Pilihan warna dan bahannya saja bisa memberi sentuhan berbeda. "Misalnya, kalau pakai LBD, aksesori yang warna-warni bisa bikin kelihatan ngepop. Kalau aksesorinya silver, feel-nya juga beda," ungkap perempuan yang kini tengah menata kostum untuk film Ronggeng Dukuh Paruk dari buku karya Ahmad Tohari ini.
Saat mengenakan aksesori, biarkan diri Anda bebas berekspresi. Untuk lebih menonjolkan busana yang polos, Anda bisa mengenakan kalung yang besar atau mengenakan kalung secara bertumpuk.
* Unsur etnik atau tradisional juga bisa muncul dalam bentuk aksesori lain, seperti tas, ikat pinggang, atau sandal. Dalam hal ini, Anda bisa saja mengubah fungsi sebuah benda. Misalnya, kenakan scarf dari daerah Nusa Tenggara Timur atau Kalimantan sebagai ikat pinggang pada busana polos Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar