Jumat, 17 Juni 2011

Perempuan Tampil Cantik untuk Orang Lain?

Tampil cantik wajib bagi perempuan, tetapi sebaiknya tidak kosong dalam berpenampilan. Perempuan harus menghargai dirinya di masa lalunya, saat ini, dan masa depan. Kecantikan sejati lahir dari dalam diri perempuan yang menghargai dirinya sepenuhnya.

Inilah konsep kecantikan perempuan di mata perancang busana Era Soekamto. Era berbagi pengalaman dari pekerjaannya menyeleksi perempuan cantik, tinggi, berpostur ideal sebagai model catwalk untuk merepresentasikan busana rancangannya. Pengalaman ini Era sampaikan pada acara Femme Talks diadakan oleh Caring Colours Martha Tilaar, di Jakarta.

Perempuan perlu melengkapi dirinya dengan kualitas pribadi yang positif. Ia harus mau terus berkembang, dengan tetap menghargai akarnya, latar belakangnya. Supaya nantinya, perempuan tumbuh sebagai pribadi kuat berkarakter, cantik lahir dan batin.

"Banyak jenis perempuan yang saya temui. Kebanyakan perempuan mencari kebahagian dengan tampil cantik. Namun perempuan berpenampilan bukan untuk menjadi cantik yang komplit, tetapi menjadi cantik untuk orang lain," jelasnya.

Agar memiliki kecantikan yang lengkap, perempuan perlu menyeimbangkan sisi spiritual, emosional, dan rasional dalam dirinya. Perempuan jangan mau menjadi korban standarisasi kecantikan yang dibuat oleh industri.

"Dari kecil kita dididik melihat sosok putri, cantik, tinggi, putih berambut panjang. Kita terbiasa melihat sosok perempuan ideal secara fisik seperti J-Lo, bibir seksi seperti Angelina Jolie. Lalu sosok seperti ini menjadi standar. Dan perempuan berlomba mencari kebahagiaan ini, kecantikan yang artifisial," tuturnya sekaligus mengakui, "Saya sendiri adalah korban standarisasi kecantikan seperti ini, dengan terlibat dalam menyeleksi model catwalk berpostur ideal," akunya.

Kini kembali kepada Anda, apakah Anda tampil cantik untuk orang lain, atau sudah melengkapi kecantikan dengan memoles kepribadian secara utuh?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar