Selasa, 23 November 2010

Benarkah wanita Berbaju Gamis Cenderung Terkena Osteoporosis??

Wanita berjilbab dan ber baju gamis sebaiknya menyediakan waktu lebih banyak untuk berjemur di bawah sinar matahari. Wanita dgn kulit khususnya baju gamis yg tertutup berisiko kekurangan vitamin D dan osteoporosis karena asupan sinar matahari yg kurang.

Pakaian yg serba tertutup seperti baju gamis membuat penyerapan sinar matahari ke kulit tidak maksimal. Terlebih jika aktivitasnya lebih banyak di dalam ruangan. Oleh karena itu peneliti menyarankan wanita dgn pakaian tertutup memperhatikan asupan vitamin D.

Yg perlu diingat sinar matahari yg paling sehat adalah sinar matahari antara pukul 7-9 pagi atau di atas pukul 15.00. Sinar matahari pada jam-jam itu tidak berbahaya bagi kulit.

Peneliti dari the Children's Hospital at Westmead melakukan studi terhadap 149 orang yg berasal dari Sudan, Mesir dan Kenya yg rata pengguna baju gamis. Studi dilakukan di Sydney pada musim dingin dan musim semi pada tahun 2006. Hasilnya menunjukkan, 90 persen partisipan masih tergolong kekurangan vitamin D.

Namun partisipan yg paling rendah kadar vitamin D-nya adalah orang dgn pigmen kulit gelap, orang dgn baju gamis yg serba tertutup serta ibu menyusui anak di atas 6-12 bulan.

Seperti dikutip Themedicalnews, vitamin D sangat penting untuk kesehatan tulang dan sumber vitamin D yg paling baik adalah sinar matahari. Kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko osteoporosis dan retak tulang.

Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan pengaruh hormon estrogen yg mulai menurun kadarnya dalam tubuh sejak usia 35 tahun. Selain itu, wanita pun mengalami menopause yg dapat terjadi pada usia 45 tahun. Menurut survei, 24 persen wanita berumur 40-59 tahun sudah mengalami osteoporosis.

Kekurangan vitamin D juga bisa menyebabkan patah tulang, myalgia, myopathy dan retak tulang. Ibu hamil yg kekurangan vitamin D juga sangat rentan melahirkan anak dgn kaki O dan gangguan motorik. Tak hanya untuk tulang, vitamin D juga sangat pentng untuk sistem imun tubuh dan pertumbuhan sel.

Untuk itu peneliti menyarankan agar orang berkulit gelap, berjilbab dan ber baju gamis, anak-anak dan orang dewasa butuh tambahan sinar matahari lebih banyak untuk meningkatkan jumlah vitamin D dalam tubuhnya.

Ibu hamil berkulit gelap dan berjilbab serta ber baju gamis juga ditekankan untuk menjalani screening rutin untuk mengetahui level vitamin D-nya pada trimester pertama kehamilan. Studi yg dipublikasikan dalam Medical Journal of Australia ini merekomendasikan asupan vitamin sebesar 400 IU per hari.

Selain itu, risiko osteoporosis juga bisa terjadi pada wanita yg mengalami pengangkatan rahim, orang yg kurang olahraga, punya riwayat keturunan osteoporosis, perokok, punya tubuh terlalu kurus, konsumsi daging merah berlebih, peminum kopi dan minuman bersoda serta pengguna obat-obatan seperti Kortison, Prednison, Anti konvulsan atau hormon tiroid.

Tapi ada beberapa gejala yg bisa jadi dasar untuk menentukan seseorang terkena osteoporosis atau tidak, diantaranya:

1. Adanya nyeri di tulang belakang, pergelangan tangan, pangkal paha

2. Adanya nyeri dan rasa sakit pada tulang leher

3. Adanya kecenderungan penurunan tinggi badan

4. Postur tubuh kelihatan memendek.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar