Senin, 29 November 2010

Masih Pacaran Berani Melecehkan? Kenali Tindakan si Dia!

LAMA berstatus single, pasti membuat Anda bersemangat kencan dengan kekasih baru. Awal pertemuan, ia terlihat sangat cool sekaligus gentleman. Namun lama-kelamaan, perangai aslinya mulai terlihat dan membuat Anda tidak nyaman.

Pada kencan pertama, si dia mengajak Anda makan siang di restoran favorit. Kencan makan siang pun dilanjutkan dengan kegiatan menyenangkan; main ice skating dan menonton film terbaru. Sayang, kencan indah harus tercemar dengan kejadian buruk, di mana Anda melihat sesuatu yang tidak beres dalam diri si dia.

Pengalaman buruk terjadi ketika ia pikir Anda tidak mendengar ocehannya, lalu tiba-tiba, ia mencengkram bahu dan menampar pipi Anda. Anda dibuat bingung sambil menerka adakah sesuatu yang salah dengan dirinya atau apakah Anda telah membuat kesalahan yang tak disadari.

Apa yang dilakukannya adalah salah. Dalam istilah sederhana disebut kekerasan dalam hubungan, yakni setiap tindakan tak menyenangkan yang dilakukan secara sengaja, baik secara seksual, fisik, atau psikologis terhadap satu pihak kepada pihak lain dalam suatu hubungan. Demikian seperti dikutip Datingtips.

Biasanya, perlakuan kasar dilakukan untuk menyakiti atau mengendalikan pihak yang dianggap lemah. Kekerasan dalam hubungan bisa terjadi dalam hubungan heteroseksual maupun homoseksual.

Jenis kekerasan dalam hubungan

Ada tiga macam kekerasan dalam hubungan, yakni kekerasan fisik, seksual, dan emosional. Kekerasan fisik melibatkan setiap tindakan fisik yang tidak diinginkan, menyakitkan, dan membuat salah satu pihak tidak nyaman, seperti menampar, memukul, menendang, mendorong, menggigit, ataupun menjambak rambut. Ancaman dan serangan menggunakan senjata juga merupakan contoh kekerasan secara fisik, bahkan juga memeluk dengan paksa.

Sementara, kekerasan seksual melibatkan segala jenis perilaku seksual yang tidak diinginkan, termasuk dipaksa pasangan untuk melakukan kegiatan seks atau berhubungan seks di bawah pengaruh obat-obatan atau minuman alkohol. Memaksa berhubungan intim antara dua orang yang baru saja saling kenal juga bisa disebut tindak pemerkosaan.

Berbeda dari dua kekerasan lainnya, kekerasan emosional tidak memiliki tanda-tanda fisik seperti memar atau luka dalam yang bisa dibuktikan dengan visum. Namun, Anda bisa merasakan pelecehan emosional alias psikologis ketika mereka merobek harga diri Anda atau tindakan lain yang membuat Anda malu.

Beberapa contoh pelecehan emosional bisa berupa penghinaan, ancaman keselamatan, cemburu berlebihan, overprotective, ataupun menjauhkan Anda dari keluarga dan sahabat dekat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar