Rabu, 24 November 2010

Michelle Obama, Trend Setter Fashion Dunia

Menjadi ibu negara dari negara Adidaya, menjadikan Michelle Obama menjadi sosok bintang baru. Tak hanya tingkah laku dan perbuatannya saja yang menjadi perhatian banyak orang, urusan fesyen juga tak kalah serunya dibicarakan banyak orang. Bahkan saat ini banyak dari busana yang dipakainya di berbagai acara ditiru banyak orang. Bisa dibilang, dialah trendsetter baru di panggung fesyen dunia. Berikut beberapa gayanya yang bisa dicontek.

Long-sleeve seperti di atas adalah busana favorit Michelle Obama. Dengan potongan yang dibentuk mengikuti lekuk tubuh membuatnya mudah bergerak namun tetap cantik.

Sekalipun sudah menjadi ibu negara, ia tak ragu untuk berpenampilan sedikit seksi. Karena ia tetap ingin memberikan kesan santai namun tetap sopan, itulah Michelle Obama.

Banyak perempuan enggan mengenakan busana bergaris mendatar, karena terkesan gemuk. Asal percaya diri seperti Michelle Obama, pakaian tersebut akan terlihat luar biasa di tubuh Anda.

Motif flora dan berbahan ringan seperti yang dikenakan Michelle Obama membuat Anda tampak lebih muda dan segar.

Merah berarti berani, inilah yang sedang ditunjukkan oleh ibu negara yang satu ini. Keberaniaannya untuk berkomitmen sebagai sosok ibu negara yang siap memajukan negara mendampingi suami.

Inilah Michele Obama saat mendarat di bandara Jakarta Selasa Petang, mengenakan long dress warna cokelat tua.

Michele Obama saat menikmati jamuan makan malam kenegaraan di Istana Negara  Selasa malam

Michelle yang saat tiba di Indonesia mengenakan long dress warna cokelat tua, pada kunjungan ke Masjid Istiqlal kemarin membuat kejutan. Ia tampak mengenakan busana Muslimah.
Penampilannya dengan blazer dipadu celana panjang warna hijau sebenarnya penampilan biasa bagi ibu negara. Namun yang mengejutkan, Michelle ternyata menambahkan kerudung motif hitam-putih untuk menutupi rambutnya selama berkunjung ke Masjid Istiqlal mendampingi suaminya.
Michelle sesekali tampak memperbaiki celana panjang yang dikenakannya karena kepanjangan. Ia memang sudah mempersiapkan busana itu di hotel sebelum ke Masjid Istiqlal.

Aksesori Michelle Obama Selalu Fashionable


PENAMPILAN Michelle Obama di setiap acara selalu sempurna. Tidak hanya dalam pemilihan model busana, tetapi untuk aksesorinya juga selalu fashionable.

"Michelle Obama memang selalu memerhatikan penampilan secara total look di setiap acara. Dia terlihat mengerti dan mencintai fesyen yang bisa menjadi contoh untuk Ibu Negara lainnya," tutur desainer aksesori Rinaldy A Yunardi yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Rabu (10/11/2010).

Rinaldy menilai Michelle Obama merupakan sosok yang pintar dan bisa memilih model aksesori yang serasi dengan busananya.

"Selain diamond, Michelle juga sering kali terlihat memakai kalung dan anting mutiara yang memberikan kesan keanggunan," ulas Rinaldy.

Menurut Rinaldy, aksesori yang Michelle pakai sangat simpel, abadi dalam pengertian tak akan out of fashion, dan selalu in.

"Michelle benar-benar mengikuti perkembangan tren," tutupnya.

Michelle Obama Pintar Dandan

MICHELLE Obama tidak hanya menarik dalam berbusana, tetapi juga dalam berdandan. Terbukti, Ibu Negara Amerika Serikat ini bisa menonjolkan riasan wajah yang sesuai dengan jenis kulitnya yang gelap.

“Michelle tampaknya sadar diri dengan jenis kulitnya. Karena itu, dia memilih warna-warna riasan yang aman,” tutur pakar kecantikan Irwan Muljadi yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Senin (8/11/2010).

Adapun pemakaian warna bedak menyesuaikan jenis kulitnya, tapi Michelle juga berani mengaplikasikan warna eyeshadow yang berkesan berani. Warna pilihan istri Presiden Amerika Serikat, Barack Obama ini seperti gold, biru, dan silver.

“Warna-warna tersebut cocok untuk pemilik kulit gelap,” ujarnya.

Bagaimana warna perona pipi yang cocok untuk si pemilik kulit gelap?

“Sebaiknya menyesuaikan dengan warna eyeshadow. Misalnya, warna eyeshadow biru bisa disandingkan dengan perona pipi warna pink. Begitu pula dengan warna lipstik juga bisa pink,” ulas pria supel ini.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON--Jauh sebelum menjadi first lady Amerika Serikat, Michelle Obama sudah dikenal sebagai pengacara brilian jebolan Princeton dan Harvard University yang modis. Saat suaminya maju dalam pencalonan presiden, dia menjadi "pemanis" yang selalu ditunggu-tunggu: berpakaian modis yang "enak dilihat".

Tak heran, majalah seperti People, Vanity Fair, dan Vogue menobatkannya sebagai wanita berbusana terbaik. Bahkan Forbes memberi julukan lebih padanya: wanita paling berpengaruh 2010.

Satu yang luput dicatat, besar belanja pakaian sang ibu negara. Sebuah majalah ekonomi pernah mengkalkulasi, dalam 189 penampilan publik  antara November 2008 hingga Desember 2009, Michelle membelanjakan tak kurang dari 2,7 miliar dolar AS untuk membeli pakaian dari merek-merek favoritnya.

David Yermack of New York University's Stern School of Business menghitung, Obama mengenakan busana dan aksesori dari 29 merek berbeda, antara lain J Crew, GAP, Dillard's dan DSW. Satu kali tampil, paling tidak 14 juta dolar AS "menempel" di tubuhnya. "Melebihi biaya penampilan supermodel dan bintang film," ujarnya.

Namun ia tak menyebut Michelle membelanjakan uang pribadinya untuk penampilan ini, karena bisa jadi ia mendapatkannya sebagai bentuk bingkisan atau ada diskon khusus. "Bila benar begitu, perlu diawasi indikasi korupsi di dalamnya," ujarnya, dalam sebuah ulasan yang dimuat di Harvard Business Review edisi Oktober. ia menuliskannya dalam artikel berjudul  The Michelle Obama Effect.

Nilai saham perusahaan fashion yang dikenakan Michelle turut terdongkrak. Dalam periode itu, saham mereka naik 2,3 persen, sedang merek lain yang tak dikenakannya turun 0,4 persen, kata Yermarck.

Ia membandingkan Michelle dengan istri Presiden Prancis Carla Bruni yang sama-sama "melek" fashion. Apa yang dikenakan Carla tak serta-merta menggoyang nilai saham, karena ia fanatik pada merek-merek papan atas yang tak terjamah kebanyakan orang. Dior adalah merek favoritnya. "Sedang Michelle, dia memadukan merek terkenal dengan merek-merek yang orang kebanyakan juga bisa membelinya," katanya.

Diam-diam, Michelle memang menjadi icon mode baru di AS. Desainer India-Amerika, Naeem Khan, mengakui mendapatkan berkah lain dari hal ini. Saat Michelle memesan gaunnya untuk tampil dalam jamuan makan malam dengan Perdana Menteri Manmohan Singh pada bulan November 2009, sosialita AS berburu gaun yang sama. Pada bulan Februari tahun ini, Khan mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa sejak penampilan Michelle Obama dalam acara itu, seluruh stok rancangannya  telah "terbang" dari raknya. "Ini adalah berkah tersendiri," katanya.

Namun, hal sebaliknya berlaku pada Obama. Sentuhan presiden tidak selalu terbukti magis untuk merek-merek yang dipilih oleh Obama. Desainer Maria Pinto dan Kai Milla (yang menikah dengan penyanyi Stevie Wonder), telah menutup toko mereka. Padahal, untuk pelantikannya, Presiden Obama mengenakan setelan merek Hart Schaffner Marx yang sudah berusia 137 tahun. Tiga hari kemudian, perusahaan induk merek ini mengajukan kebangkrutan!

Kontribusi Michelle Obama USD2,7 M untuk Industri Mode


PARA analis ekonomi Harvard mengeluarkan Business Review tahunan yang di dalamnya menyebutkan bahwa Ibu Negara Amerika Serikat, Michelle Obama, memberikan kontribusi untuk industri mode sebesar USD2,7 miliar dalam kurun waktu satu tahun. Review tersebut adalah hasil analisis atas pilihan busana Mrs Obama selama satu tahun sejak November 2008 hingga Desember 2009.

Sebagai ikon mode dan figur publik yang selama dua tahun terakhir namanya mencuat di dunia mode, Mrs Obama menempatkan dirinya secara istimewa. Tidak menggunakan label mode kenamaan dari desainer Eropa dan Amerika seperti ibu negara pada umumnya, Mrs Obama justru kerap mengombinasikan label highstreet dan koleksi desainer muda Amerika yang sekaligus menjadi “batu loncatan” bagi desainer yang terpilih tersebut.

Sebut saja jajaran desainer seperti Jason Wu, Isabel Toledo, dan Prabal Gurung yang mendapat sentuhan “Midas” dari Mrs Obama. Sementara, untuk label mode, Mrs Obama kerap memilih label domestik Amerika Serikat layaknya J.Crew, Gap, Dillard’s, dan DSW. Hasil analisis yang dilakukan Harvard menunjukkan total kontribusi sekaligus promosi dalam 1 tahun Mrs Obama lewat 189 kali penampilan publik mengenakan busana, baik dari label, desainer, maupun kombinasi keduanya berjumlah USD 2,7 miliar. Bila dirata-ratakan dalam satu kali penampilan, Mrs Obama mengontribusikan uang sebesar USD14 juta.

“Pengaruh Michelle Obama terhadap industri mode Amerika sangatlah luar biasa,” ujar David Yermack, analis Harvard yang secara khusus melakukan review terhadap Mrs Obama.

Lewat analisis yang mengenai pengaruh penampilan publik Michelle Obama terhadap peningkatan penjualan label highstreet dan koleksi desainer muda, terlihat jelas bahwa Mrs Obama memang memiliki kepedulian terhadap mode Amerika dan punya cara yang sangat personal untuk menunjukkannya. Mrs Obama sangat jarang menggunakan koleksi dari desainer Eropa, bahkan ketika dia melakukan kunjungan kenegaraan ke mancanegara. Tahun lalu, saat Mrs Obama mengadakan lawatan keliling Eropa, Yermack menyebutkan bahwa label busana yang dikenakannya saat itu rata-rata mendapatkan peningkatan penjualan sebesar 16,3 persen. Sementara label mode Amerika lain hanya menikmati rata-rata peningkatan sebesar 6,1 persen yang didorong pulihnya ekonomi global.

Yermack juga tidak hanya melakukan analisis dari label mode yang dikenakan Michelle, juga label mode lain yang tidak dipilih istri Barack Obama tersebut. Analisis yang dilakukan Yermack memperlihatkan, label mode yang tidak dipilih Michelle yang merupakan kompetitor label mode pilihannya mengalami penurunan penjualan sebesar 0,4 persen.

Dalam analisisnya, Yermack mengatakan bahwa efek luar biasa yang ditunjukkan Michelle terhadap industri mode Amerika karena wanita bertubuh tegap tersebut tampil “tidak biasa”. “Saat Michelle Obama tampil di hadapan publik untuk pertama kali, dia tidak terlihat seperti ibu negara. Tidak ada Oscar de la Renta, Chanel ataupun Christian Dior, justru dia tampil kontras dengan busana Narciso Rodriguez seharga USD300 kontras dengan calon-calon ibu negara lain yang kerap tampil dengan busana seharga ribuan dolar,” tutur Yermack.

Selain itu, Yermack mengatakan bahwa pengaruh Michelle Obama tidak dimiliki ibu negara lain, bahkan Carla Bruni-Sarkozy, yang juga dianggap sebagai ikon mode.

“Carla Bruni dengan sejarahnya sebagai model, identik dengan sejumlah label mode Eropa papan atas seperti Dior ataupun Chanel yang tidak terjangkau bagi banyak orang. Hal ini berbeda dengan Mrs Obama yang lebih memilih label highstreet,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar