Selasa, 23 November 2010

Perdagangan Internasional


A. Kuota
      Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam kuota, yaitu kuota impor, kuota produksi, dan kuota ekspor. Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, dan kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor. Tindakan untuk membatasi atau mengurangi jumlah barang impor ada yang diakukan secara sukarela yang disebut sebagai pembatasan ekspor sukarela (Voluntary Export Restriction = VER). VER adalah kesepakatan antara negara pengekspor untuk membatasi jumlah barang yang dijualnya ke negara pengimpor.
     
     Tujuan dari kuota ekspor adalah untuk keuntungan negara pengekspor, agar dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Kuota produksi bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor. Dengan demikian, diharapkan harga di pasaran dunia dapat ditingkatkan.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.

B.  Subsidi
      Kebijakan subsidi biasanya diberika untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional.

      Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi.


Tarif
Kuota
Subsidi
Produksi



Harga



Konsumsi




     Hasil analisis skenario tarif spesifik menunjukkan semakin tinggi pengenaan tarif, kehilangan surplus konsumen semakin besar, sedangkan surplus produsen dan penerimaan semakin meningkat. Ditinjau dari perbedaan nilai tukar, terlihat bahwa nilai tukar yang melemah menyebabkan kehilangan surplus konsumen semakin besar,demikian juga halnya dengan surplus produsen, dimana terjadi penurunan surplus produsen. Beda halnya dengan penerimaan pemerintah, melemahnya nilai tukar justru dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari tarif impor
     Hasil analisis menunjukkan subsidi dapat dijadikan alternatif kebijakan jangka pendek untuk meningkatkan pendapatan. Namun pemerintah perlu menyediakan anggaran yang cukup besar. Disamping itu pemerintah perlu melakukan pembenahan sistem agribisnis pada subsistem pengolahan (pabrik) sehingga mampu menghasilkan produk yang dapat bersaing dengan produk impor.

    Secara umum, pemberlakuan quota impor dapat menyebabkan hilangnya sumber penerimaan pemerintah dari tarif. Namun kebijakan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai alternatif, misalnya : (i) pemerintah memberikan quota raw sugar kepada importir produsen atau quota white sugar kepada importir terdaftar dan hanya dilaksanakan pada saat produksi dalam negeri mencukupi. (ii) pemerintah dapat melelang quota sehingga dapat mengutip quota rent dari importer peserta lelang sehingga penerimaan pemerintah dapat meningkat, (iii) pemerintah juga dapat memberikan quota kepada pihak swasta dengan persyaratan-persyaratan tertentu sehingga dapat membuka persaingan dan memudahkan kontrol.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar